Huru Hara Akhir Jaman = Tgl 3 Agustus 2012?

23 May 2012

Ramadhan Tahun ini Di mulai tanggal 20 juli 2012 [tepat hari jum'at] dan tanggal 15 Ramadhan bertepatan dengan tanggal 3 agustus 2012 [Tepat hari Jum'at juga].

Akankah terjadi huru hara besar tanggal 15 Ramadahan Tahun ini [berdasarkan salah satu hadits yang sangat heboh di dunia maya]…????

Inilah Heboh Hadits Palsu Tentang Huru Hara Akhir Jaman Di Bulan Romadhon Tahun Ini, beserta penjelasannya [WAJIB BACA]
_____________________________________________________

Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat diiringi salam semoga selalu tercurahkan kepada Baginda besar,Nabi Muhammad bin Abdullah shallallahu alaihi wasallam, keluarganya, para sahabatnya, dan orang-orang yang senantiasa berpegang teguh dengan ajarannya hingga hari kiamat.

Akhir-akhir ini banyak sekali pertanyaan dari beberapa orang seputar derajat hadits huru-hara akhir zaman yang terjadi pada pertengahan bulan Ramadhan yang bertepatan dengan hari Jumat.

Maka kami katakan, bahwa para ulama hadits terdahulu maupun yang hidup di zaman sekarang telah menerangkan dengan jelas dan gamblang bahwa hadits-hadits yang berbicara tentang masalah tersebut tidak ada satu pun yang shahih dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, baik ditinjau dari segi sanad hadits maupun realita yang ada. Bahkan semuanya adalah hadits-hadits munkar dan palsu yang didustakan atas nama Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Berikut ini akan saya sebutkan teks (lafazh) hadits tersebut dengan sanadnya, serta studi kritis para ulama terhadapnya.

????? ???????? ???? ???????? : ?????????? ????? ?????? ???? ????? ????????? ????? : ?????????? ?????? ??????????? ???? ???????? ???? ????????? ???? ??????? ????????????? ???? ??????? ???? ?????????? ??????????????? ???? ????? ????????? ?????? ??????? ?????? ? ???? ?????????? ?????? ??????? ???????? ????????? ????? : ??? ?????? ???????? ?? ????? ???? ???? ?????????? ?? ????? ????? ??????? ?? ?? ??????? ????????? ????????? ?? ?? ????? ???????.. ???: ????: ??? ?????? ?? ??? ????? ???: ??? ?? ????? ?? ????? ???? ?????? ????? ??? ???? ?????? ????? ?????? ????? ??????? ?? ?????? ?? ???? ???? ?? ??? ????? ??????? ? ???? ??????????? ???????? ?? ??? ?????? ??????? ??????? ??????? ???????? ????? ??????? ??????????? ????????????? ??????????? ?????????? ??? ???????????? ??????? ?????????? ???? ?????? ??????????? ????????? ????? ????????????? ????????? ????? ???????????? ? ???? ?????? ?????? ???????? ???? ?????? ?????? ???? ???????? ?????? ??????)

Nuaim bin Hammad berkata: Telah menceritakan kepada kami Abu Umar, dari Ibnu Lahiah, ia berkata; Telah menceritakan kepadaku Abdul Wahhab bin Husain, dari Muhammad bin Tsabit Al-Bunani, dari ayahnya, dari Al-Harits Al-Hamdani, dari Ibnu Masud radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, beliau bersabda: Bila telah muncul suara di bulan Ramadhan, maka akan terjadi huru-hara di bulan Syawal, kabilah-kabilah saling bermusuhan (perang antar suku, pent) di bulan Dzul Qadah, dan terjadi pertumpahan darah di bulan Dzul Hijjah dan Muharram. Kami bertanya: Suara apakah, wahai Rasulullah? Beliau menjawab: Suara keras di pertengahan bulan Ramadhan, pada malam Jumat, akan muncul suara keras yang membangunkan orang tidur, menjadikan orang yang berdiri jatuh terduduk, para gadis keluar dari pingitannya, pada malam Jumat di tahun terjadinya banyak gempa. Jika kalian telah melaksanakan shalat Subuh pada hari Jumat, masuklah kalian ke dalam rumah kalian, tutuplah pintu-pintunya, sumbatlah lubang-lubangnya, dan selimutilah diri kalian, sumbatlah telinga kalian. Jika kalian merasakan adanya suara menggelegar, maka bersujudlah kalian kepada Allah dan ucapkanlah: Mahasuci Allah Al-Quddus, Mahasuci Allah Al-Quddus, Rabb kami Al-Quddus, kerana barangsiapa melakukan hal itu, niscaya ia akan selamat, tetapi barangsiapa yang tidak melakukan hal itu, niscaya akan binasa.

(Hadits ini diriwayatkan oleh Nuaim bin Hammad di dalam kitab Al-Fitan I/228, No.638, dan Alauddin Al-Muttaqi Al-Hindi di dalam kitab Kanzul Ummal, No.39627).
___________________________________________________

Derajat Hadits

Hadits ini derajatnya palsu (maudhu), karena di dalam sanadnya terdapat beberapa perawi hadits yang pendusta dan bermasalah sebagaimana diperbincangkan oleh para ulama hadits. Para perawi tersebut ialah sebagaimana berikut ini

1. Nuaim bin Hammad

Dia seorang perawi yang dhaif (lemah),

An-Nasai berkata tentangnya: Dia seorang yang dhaif (lemah) (Lihat Adh-Dhuafa wa Al-Matrukin, karya An-Nasai I/101 no.589)
Abu Daud berkata: Nuaim bin Hammad meriwayatkan dua puluh hadits dari Nabi shallallahu alaihi wasallam yang tidak mempunyai dasar sanad (sumber asli, pent).
Imam Al-Azdi mengatakan: Dia termasuk orang yang memalsukan hadits dalam membela As-Sunnah, dan membuat kisah-kisah palsu tentang keburukan An-Numan (maksudnya, Abu Hanifah, pent), yang semuanya itu adalah kedustaan (Lihat Mizan Al-Itidal karya imam Adz-Dzahabi IV/267).
Imam Adz-Dzahabi berkata tentangnya: Tidak boleh bagi siapa pun berhujjah dengannya, dan ia telah menyusun kitab Al-Fitan, dan menyebutkan di dalamnya keanehan-keanehan dan kemungkaran-kemungkaran (Lihat As-Siyar Alam An-Nubala X/609).

2. Ibnu Lahiah (Abdullah bin Lahiah)

Dia seorang perawi yang dhaif (lemah), karena mengalami kekacauan dalam hafalannya setelah kitab-kitab haditsnya terbakar.

An-Nasai berkata tentangnya: Dia seorang yang dhaif (lemah) (Lihat Adh-Dhuafa wa Al-Matrukin, karya An-Nasai I/64 no.346)
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata: Dia mengalami kekacauan di dalam hafalannya setelah kitab-kitab haditsnya terbakar (Lihat Taqrib At-Tahdzib I/319 no.3563).
3. Abdul Wahhab bin Husain

Dia seorang perawi yang majhul (tidak dikenal).

Al-Hakim berkata tentangnya: Dia seorang perawi yang majhul (tidak jelas jati dirinya dan kredibilitasnya) (Lihat Al-Mustadrak No. 8590)
Imam Adz-Dzahabi berkata di dalam At-Talkhish: Dia mempunyai riwayat hadits palsu. (Lihat Lisan Al-Mizan, karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani II/139).

4. Muhammad bin Tsabit Al-Bunani

Dia seorang perawi yang dhaif (lemah dalam periwayatan hadits) sebagaimana dikatakan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani, Ibnu Hibban dan An-Nasai.

An-Nasai berkata tentangnya: Dia seorang yang dhaif (lemah)
Yahya bin Main berkata: Dia seorang perawi yang tidak ada apa-apanya(Lihat Al-Kamil Fi Dhuafa Ar-Rijal, karya Ibnu Adi VI/136 no.1638).
Ibnu Hibban berkata: Tidak boleh berhujjah dengannya, dan tidak boleh pula meriwayatkan darinya (Lihat Al-Majruhin, karya Ibnu Hibban II/252 no.928).
Imam Al-Azdi berkata: Dia seorang yang gugur riwayatnya (Lihat Tahdzib At-Tahdzib, karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani IX/72 no.104)
5. Al-Harits bin Abdullah Al-Awar Al-Hamdani.

Dia seorang perawi pendusta, sebagaimana dinyatakan oleh imam Asy-Syabi, Abu Hatim dan Ibnu Al-Madini.

An-Nasai berkata tentangnya: Dia bukan seorang perawi yang kuat (hafalannya, pent) (Lihat Al-Kamil Fi Dhuafa Ar-Rijal, karya Ibnu Adi II/186 no.370).
Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata tentangnya: Imam Asy-Syabi telah mendustakan pendapat akalnya, dan dia juga dituduh menganut paham/madzhab Rafidhah (syiah), dan di dalam haditsnya terdapat suatu kelemahan (Lihat Taqrib At-Tahdzib I/146 no.1029).
Ali bin Al-Madini berkata: Dia seorang pendusta
Abu Hatim Ar-Razi berkata: Dia tidak dapat dijadikan hujjah. (Siyar Alam An-Nubala, karya imam Adz-Dzahabi IV/152 no.54)

Perkataan Para Ulama Tentang Hadits Ini

Al-Uqaily rahimahullah berkata: Hadits ini tidak memiliki dasar dari hadits yang diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah (terpercaya), atau dari jalan yang tsabit (kuat dan benar adanya). (LihatAdh-Dhuafa Al-Kabir III/52).

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: Hadits ini dipalsukan atas nama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (Lihat Al-Maudhuaat III/191).

Syaikh Al-Albani rahimahullah berkata: Hadits ini palsu (maudhu). Dikeluarkan oleh Nuaim bin Hammad dalam kitab Al-Fitan. Dan beliau menyebutkan beberapa riwayat dalam masalah ini dari Abu Hurairah dan Abdullah bin Masud radhiyallahu anhuma. (Lihat Silsilah Al-Ahadits Adh-Dhoifah wa Al-Maudhuah no.6178, 6179).

Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata: Hadits ini tidak mempunyai dasar yang benar, bahkan ini adalah hadits yang batil dan dusta (Lihat Majmu Fatawa Bin Baz XXVI/339-341).
___________________________________________________
Kesimpulan

Dengan demikian, kita dapat mengambil kesimpulan bahwa hadits ini adalah hadits maudhu (palsu). Tidak boleh diyakini sebagai kebenaran, dan tidak boleh dinisbatkan kepada Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Karena disamping sanad hadits ini tidak ada yg dapat diterima sebagai hujjah, juga realita telah mendustakannya.

Sebab telah berlalu tahun-tahun yang banyak dan telah terjadi berulang kali hari Jumat yang bertepatan dengan tanggal lima belas (pertengahan) bulan Ramadhan, namun kenyataannya tidak pernah terjadi sebagaimana berita yang terkandung di dalam hadits ini, Alhamdulillah.

Terkait dengan prediksi peristiwa besar yang akan memusnahkan umat manusia akan terjadi pada hari tertentu, atau malam tertentu, pada bulan tertentu, tahun tertentu, itu semua tidak bisa dipercaya alias bohong. Allah swt. sendiri tidak pernah memberitahu hamba-hamba-Nya kapan peristiwa itu terjadi. Yang pasti, dia akan terjadi, dan bisa jadi sudah sangat dekat (baca, misalnya, QS. al-Isr [17]: 51).

Bahkan Nabi Muhammad saw. sendiri tidak diberi tahu oleh Allah kapan Kiamat akan terjadi. Beliau hanya diberitahu tanda-tandanya. Manusia bertanya kepadamu, Muhammad, tentang hari Kiamat. Katakan, Pengetahuan tentang hari Kiamat hanya ada pada Allah. Dan tahukah Engkau, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya. (QS al-Ahzb [33]: 63).

Oleh karena itu, kita dilarang keras menyebarluaskannya kepada orang lain baik melalui media cetak, maupun elektronik, atau dalam obrolan dan khutbah kecuali dalam rangka menjelaskan sisi kelemahan, kepalsuan, dan kebatilannya, serta bertujuan untuk memperingatkan umat darinya.

Jika kita telah melakukan ini, berarti kita telah bebas dan selamat dari ancaman keras Nabi shallallahu alaihi wasallam, yaitu berupa masuk neraka bagi siapa saja yang sengaja berdusta atas nama beliau, baik dengan tujuan menjelekkan Nabi shallallahu alaihi wasallam dan ajarannya, atau dalam rangka membela Nabi dan memotivasi kaum muslimin untuk bersemangat dalam beribadah kepada Allah.

Semoga bermanfaat


TAGS kiamat huru hara 15 ramadhan hadist palsu Derajat Hadits Ramadhan


-

Author

Follow Me